Ektraksi Tembaga
PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK
PERCOBAAN XI
“EKSTRAKSI TEMBAGA”
Landasan Teori
Tembaga (Cu) merupakan salah satu logam yang paling ringan dan paling aktif. Cu+ mengalami disproporsionasi secara spontan pada keadaan standar (baku). Hal ini bukan berarti larutan senyawa Cu(I) tidak mungkin terbentuk. Untuk menilai pada keadaan bagaimana mereka ditemukan, yaitu jika kita mencoba membuat (Cu+) cukup banyak pada larutan air, Cu2+ akan berada pada jumlah banyak (sebab konsentrasinya harus sekitar dua juta dikalikan pangkat dua dari Cu+.Disproporsionasi akan menajdi sempurna. Di lain pihak jika Cu+ dijaga sangat rendah (seperti pada zat yang sedikit larut atau ion kompleks mantap), Cu2+ sangat kecil dan tembaga (I) menjadi mantap. Ditinjau dari struktur elektron yang lebih stabil adalah Cu+, karena elektronnya terisi penuh, sedangkan untuk ion Cu2+ tidak stabil karena orbital tidak terisi penuh elektron.
Dalam suatu Sistem Periodik Unsur (SPU), tembaga termasuk ke dalam golongan IB. Tembaga, perak dan emas disebut logam koin karena dipakai sejak lama sebagai uang dalam bentuk lempengan (koin). Hal ini disebabkan oleh logam ini tidak reaktif, sehingga tidak berubah dalam waktu yang lama. Tembaga adalah logam berdaya hantar listrik tinggi, maka dipakai sebagai kabel listrik. Tembaga tidak larut dalam asam yang bukan pengoksidasi tetapi tembaga teroksidasi oleh HNO3 sehingga tembaga larut dalam HNO3. Senyawa tembaga (I) stabil dalam larutan air bila keadaan tembaga (I) mengalami disproporsionasi dalam alrutan air dan bila konsentrasi dari tembaga tersebut sangat rendah.
Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
Alat
1. Labu ukur
2. Gelas kimia
3. Kaki tiga
4. Pamanas
5. Cawan penguap
6. Batang pengaduk
7. Tabung reaksi
8. Pipet tetes
Bahan
1. HCl 6M
2. CuSO4
3. Logam seng
Hasil dan Pembahasan
pada percobaan ini dilakukan guna untuk membuat tembaga atau ekstraksi tembaga dengan cara dilarutkan 1 gram CuSO4 kedalam 100 ml aquades maka menghasilkan larutan berwarna biru kemudian ditambah dengan seng sebanyak 1,31 gram dan diaduk hingga warna biru nya menghilang dengan demikian warna biru tersebut memudar dan terdapat endapan berwarna hitam. kemudian ditambahkan HCL 6 N hingga gelembung hidrogen tidak terbentuk lagi setelah ditambahkan HCl 100 ml maka terbentuk endapan berwarna coklat kemerahan dan gelembung gas menjadi hilang. adanya endapan hitam pada percobaan ini karena pengaruh belerang yang terkandung dalam asam sulfat (H2SO4), perubahan warna disebabkan penambahan kalor yang mengakibatkan reaksi antara tembaga dengan ion sulfat menjadi lebih cepat. Reaksinya sebagai berikut :
CuO + 2HClCuCl2 +H2O
CuO + H2SO4CuSO4 + H2O
CuO + 2HNO3Cu(NO3)2 + H2O
kemudian logam Cu tadi dipisahkan dengan cara dekantasi dan endapan berwarna coklat kemerahan kemudian endapan diuapkan dan didinginkan maka endapan tersebut mengering maka setelah ditimbang didapatkan berat tembaga sebesar 0,73 gram. pada percobaan ini ketika mereaksikan HCl pekat dengan CuSO4 sehingga tidak terjadi perubahan lagi HCl pekat ditambahkan pada CuSO4 sehingga terjadi perubahan warna larutan dari dari warna biru menjadi biru Aqua. Penambahan HCl pekat akan mengakibatkan ion SO4 digantikan oleh klorida. Dengan reaksi sebagai berikut :
CuSO4 + 4Cl- + H+ -----> CuCl4 +H2SO4

Komentar
Posting Komentar