Permurnian Garam Dapur (NaCl)
Praktikum Kimia Anorganik
Pemurnian Garam Dapur (NaCl)
Salah satu metode untuk memurnikan garam dapur kotor ialah menggunakan teknik rekristalisasi. Rekristalisasi merupakan teknik pemisahan berdasarkan perbedaan titik kelarutan/beku dari suatu komponen. Perbedaan ini harus cukup besar dan sebaiknya komponen yang dipisahkan berwujud padat dan yang lainnya berupa cairan seperti penguapan air laut untuk mendapatkan garam. Air garam apabila dipanaskan perlahan-lahan dalam bejana terbuka, maka air akan menguap sedikit demi sedikit. Pemanasan ini dilakukan saat larutan tepat jenuh, jika dibiarkan akhirnya terbentuk kristal garam secara perlahan-lahan. Setelah pengkristalan sempurna, garam dapat dipisahkan dengan menyaring. Garam yang diperoleh belum murni, maka perlu dimurnikan dengan melarutkan garam dalam air panas lalu diuapkan kembali.
Pada praktikum kimia anorganik pemurnian garam dapur ini, kami melakukan praktikum dengan melarutkan 18 gr garam dapur dalam 0,05 Liter air. Larutan garam menjadi jenuh. Kemudian larutan disaring dan didapatkan endapan. Larutan hasil saring dijenuhkan dengan menambahkan gas HCl. Hasil pengamatan menunjukkan pada erlenmeyer terdapat gas berwarna kuning pudar dan berembun dan terdapat pula endapan putih namun warna larutan menjadi kuning. Gas HCl yang ditambahkan dibuat dengan mereaksikan 10 gr NaCl dan H2SO4 sebanyak 20 ml menurut reaksi :
H2SO4(aq) + 2NaCl(s) ===> Na2SO4(aq) + 2 HCl(g)
Endapan yang terbentuk setelah dijenuhkan kemudian disaring dengan corong bunchner, didapatkanlah endapan kristal berwarna putih dan larutannya kuning. Kristal yang didapat dicuci dengan air dingin lalu dikeringkan dalam oven. Setelah dikeringkan hasilnya ditimbang dan didapatkan kristal kering sebanyak 2,68 gr.
Dalam praktikum tersebut, garam dapur terbentuk pada erlenmeyer berisi larutan garam jenuh adalah NaCl. Pembentukan kristal NaCl ini disebabkan adanya kesetimbangan pada NaCl jenuh. Kesetimbangan dalam konteks ini adalah kesetimbangan kelarutan (Ksp). Pada NaCl jenuh, maka Qsp > Ksp. Apabila NaCl jenuh ini ditambah gas HCl dari hasil kondensasi, yakni penambahan ion Cl- yang mengakibatkan ion Cl- dari kesetimbangan NaCl dapat ditulis :
NaCl (s) ⇄ Na+ (aq) + Cl- (aq)
Maka Qsp dari NaCl akan lebih besar dari Ksp karena produk (Na+ dan Cl-) bertambah besar dan pada larutan terjadi kesetimbangan, maka kesetimbangan akan bergerak ke arah reaktan, yaitu pembentukan NaCl padatan. Sehingga pada percobaan ini terbentuk endapan NaCl (garam dapur).
Komentar
Posting Komentar