Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Pembuatan Asam Boraks

Gambar
 PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN XlI “PEMBUATAN ASAM BORAKS” Nama : Siti Ardiyah Nim : A1C118004 Kelas : R-003 /Reguler B 2018 Dosen pengampu : Drs. Abu Bakar M,Pd PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERVITAS JAMBI 2021 Landasan Teori           Boraks atau Natrium tetraborat memiliki berat molekul 381,37. Rumus molekul Na2B4O7.10H2O. Pemeriannya berupa hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau. Larutan bersifat basa terhadap fenolftalein. Pada waktu mekar di udara kering dan hangat, hablur sering dilapisi serbuk warna putih. Kelarutan boraks yaitu larut dalam air; mudah larut dalam air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol. Natrium tetraborat mengandung sejumlah Na2B4O7 yang setara dengan tidak kurang dari 99,0 % dan tidak lebih dari 105,0 % Na2B4O7.10H2O. Larutan boraks bersifat basa terhadap fenolftalein, mudah larut dalan ...

Ektraksi Tembaga

Gambar
 PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN XI “EKSTRAKSI TEMBAGA” Nama : Siti Ardiyah Nim : A1C118004 Kelas : R-003 /Reguler B 2018 Dosen pengampu : Drs. Abu Bakar M,Pd   PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERVITAS JAMBI 2021 Landasan Teori          Tembaga (Cu) merupakan salah satu logam yang paling ringan dan paling aktif. Cu+ mengalami disproporsionasi secara spontan pada keadaan standar (baku). Hal ini bukan berarti larutan senyawa Cu(I) tidak mungkin terbentuk. Untuk menilai pada keadaan bagaimana mereka ditemukan, yaitu jika kita mencoba membuat (Cu+) cukup banyak pada larutan air, Cu2+ akan berada pada jumlah banyak (sebab konsentrasinya harus sekitar dua juta dikalikan pangkat dua dari Cu+.Disproporsionasi akan menajdi sempurna. Di lain pihak jika Cu+ dijaga sangat rendah (seperti pada zat yang sedikit larut atau ion kompleks mantap), Cu2+ sangat kecil dan tembaga (I) men...