Pembuatan Asam Boraks

 PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK


PERCOBAAN XlI


“PEMBUATAN ASAM BORAKS”





Nama : Siti Ardiyah


Nim : A1C118004


Kelas : R-003 /Reguler B 2018


Dosen pengampu :


Drs. Abu Bakar M,Pd



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERVITAS JAMBI

2021




Landasan Teori

    

     Boraks atau Natrium tetraborat memiliki berat molekul 381,37. Rumus molekul Na2B4O7.10H2O. Pemeriannya berupa hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau. Larutan bersifat basa terhadap fenolftalein. Pada waktu mekar di udara kering dan hangat, hablur sering dilapisi serbuk warna putih. Kelarutan boraks yaitu larut dalam air; mudah larut dalam air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol. Natrium tetraborat mengandung sejumlah Na2B4O7 yang setara dengan tidak kurang dari 99,0 % dan tidak lebih dari 105,0 % Na2B4O7.10H2O. Larutan boraks bersifat basa terhadap fenolftalein, mudah larut dalan air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol. 


      Asam borat dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat atau klorida pada boraks. Larutannya dalam air (3%) digunakan sebagai obat cuci mata yang dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung dan salep luka kecil. Tetapi bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada bekas luka luas, karena beracun bila terserap oleh tubuh. Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering pula digunakan sebagai pengawet makanan. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Selain bertujuan untuk mengawetkan, boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan.


Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :


Alat


1. Gelas Kimia


2. Tabung reaksi


3. Gelas ukur


4. Batang pengaduk


5. Corong biasa


6. Cawan penguap


7. Kaca Arloji


Bahan


1. Boraks


2. Asam sulfat 4 N


3. NaOH 2 N


4. Kertas lakmus




Hasil dan Pembahasan


Boraks atau Natrium tetraborat memiliki berat molekul 381,37. Rumus molekul Na2B4O7.10H2O. Pemeriannya berupa hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau. Larutan bersifat basa terhadap fenolftalein. Pada waktu mekar di udara kering dan hangat, hablur sering dilapisi serbuk warna putih. Kelarutan boraks yaitu larut dalam air; mudah larut dalam air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol. Natrium tetraborat mengandung sejumlah Na2B4O7 yang setara dengan tidak kurang dari 99,0 % dan tidak lebih dari 105,0 % Na2B4O7.10H2O. Larutan boraks bersifat basa terhadap fenolftalein, mudah larut dalan air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol


Pada percobaan ini mengenai pembuatan asam boraks dimana pada percobaan ini memiliki tujuan yaitu membuat asam boraks dan mempelajari sifat-sifat asam boraks. Percobaan pertama yaitu


a. Pembuatan Asam Boraks


asam boraks dapat dibuat dengan mereaksikan boraks sodium tetraborat dekahidrat dengan asam mineral seperti asam klorida.


Na2B4O7 + 10H2O + 2HCl -----> 4 B (OH)3[H3BO5] + 2HClCl + 5 H2O.


 Pada percobaan ini 5 gram boraks serbuk ditambahkan air 15 ml dan dipanaskan maka serbuk boraks larut dalam air kemudian ditambahkan asam sulfat sebanyak 5 ml, larutan terdapat sedikit endapan kemudian disaring dan didapat endapan lalu dicuci dengan air dingin sehingga didapat endapan bersih lalu endapan tersebut dipanaskan lagi guna untuk melarutkan kembali endapan dan dibentangkan di atas kaca arloji dan dibiarkan kering dan diuapkan di udara dapat menjadi kering dan menguap serta tidak didapatkan kristal boraks saat penimbangan pada percobaan ini, sehingga dapat dikatakan atau disimpulkan percobaan ini gagal karena tidak terdapat kristal. Kristalnya hilang ketika dikeringkan. namun berdasarkan literatur pada percobaan ini. perlakuan pada percobaan ini yaitu 15 gram serbuk boraks ditambahkan dengan air sebanyak 15 ml larutan dipanaskan sehingga larut kemudian ditambahkan H2SO4 setelah itu didiamkan selama 1 jam hasil yang didapat yaitu endapan putih seperti agar-agar kemudian ditambahkan H2SO4 lalu diamkan lagi selama 1 jam. hal ini sesuai dengan teori bahwa yang mempengaruhi pengendapan salah satunya yaitu temperatur atau suhu tinggi kelarutan semakin meningkat dengan naiknya suhu jadi dengan naiknya suhu maka pembentukan endapan akan berkurang disebabkan banyak endapan yang berada pada larutan nya dan sebaliknya artinya pada penurunan suhu karena perlakuan didiamkan pada pembentukan endapan akan meningkat dan suhu menurun juga kelarutan yang menurun itulah yang memungkinkan menyebabkan terbentuknya endapan putih seperti agar-agar kemudian pada perlakuan ini kristal yang didapat dicuci dengan air sebanyak 2 kali kemudian ditambahkan air 10 mili lalu dipanaskan hingga larut dan juga dikeringkan.


b. Sifat Asam Boraks


asam boraks larut dalam air mendidih ketika dipanaskan di atas suhu 170°C asam borat akan terdehidrasi membentuk asam metaborat (HBO2). Adapun reaksi yang terjadi yaitu :


H3BO3 -----> HBO2 + H2O


Percobaan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat asam urat perlakuan pertama pada percobaan ini yaitu dipanaskan 0,1 gram asam boraks yang menggunakan tabung reaksi sehingga borak tersebut meleleh dan terdapat uap air pada tabung nya kemudian dimasukkan 0,5 gram boraks yang ditambahkan air 5 mili kemudian diuji dengan kertas lakmu biru maka warnanya berubah menjadi merah dan uji dengan kertas lakmus merah warnanya tetap merah hal ini menunjukkan bahwa boraks di sini bersifat asam karena warna kertas lakmus biru berubah menjadi merah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ektraksi Tembaga